News


Resep Mantan CFO Kembangkan DuitHape

January 27, 2019

Berdasarkan Financial Inclusion Index (Findex) yang dilansir oleh Bank Dunia pada 2014, jumlah penduduk dewasa Indonesia yang memiliki rekening di bank sebesar 36% dari jumlah total penduduk Indonesia. Jadi, penduduk dewasa yang tidak memiliki rekening bank mencapai 64%. Literasi perbankan di Indonesia yang cukup rendah itu memacu pemerintah yang bersama lembaga keuangan dan perusahaan teknologi finansial (tekfin) berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan.

Sara Dhewanto (44 tahun), misalnya, mengembangkan aplikasi DuitHape untuk menarik minat masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan perbankan (unbanked). Dia, pada Desember 2015, mendirikan perusahaan tekfin yang mengelola DuitHape sebagai aplikasi yang melayani sistem pembayaran online dan remitansi di telepon seluler. DuitHape menawarkan solusi inklusi keuangan yang mudah diakses karena kompatibel di ponsel konvensional dan Android serta ramah di kantong masyarakat. Sara menyebutkan, DuitHape tidak memberikan bunga dan hanya mengenakan biaya administrasi dari setiap transaksi penggunanya.

Pengguna aplikasi DuitHape disodori aneka macam fitur, di antaranya menyetor dan menarik dana tunai, simpanan, membeli pulsa telepon, membayar tagihan, dan membeli token listrik. “Sistem pembayaran di DuitHape berbasis mobile platform yang ditujukan kepada masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan perbankan,” ujar Sara, Co-Founder dan Direktur Pengelola DuitHape. Sebelum menggunakan layanan tersebut, pengguna diwajibkan mendaftar dengan menyertakan nama lengkap, nomor kartu telepon, dan foto. “Setelah mendaftar, end user atau agen-agen toko bisa langsung melakukan transaksi di DuitHape,” Sara menambahkan. DuitHape yang merupakan akronim “duit dalam HP (handphone)” berhasil menjaring lima ribu pengguna, bermitra dengan 1.700 agen, serta bekerjasama dengan BNI. “DuitHape terkoneksi dengan seluruh agen Warung BNI 46 yang jumlahnya sekitar 90 ribu,” ungkap Sara.

Awalnya, Sara menjelaskan, skema kemitraan DuitHape berdasarkan penjualan langsung ke konsumen individual atau business to customer (B2C). Skema ini relatif tidak meningkatkan laju pertumbuhan pengguna DuitHape. Lantas, ia beralih ke skema business to business (B2B) yang menyasar korporat dan institusi. Langkah ini berhasil meningkatkan laju bisnis dan pengguna DuitHape. Mayoritas pengguna DuitHape berdomisili di Jawa Barat. Lalu, agen-agennya tersebar di Aceh, Makassar, hingga Maluku. Pertumbuhan ini memantik minat lembaga ventura kapital yang menggelontorkan dana ke DuitHape.

Ide mengembangkan DuitHape tebersit tatkala Sara berkarier sebagai CFO Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia, Konsultan Manajemen Palladium, dan Head of Treasurers ExxonMobil. Kala bekerja di MCA Indonesia, di tahun 2015 ia mengelola dana bantuan Pemerintah Amerika Serikat senilai US$ 600 juta. Dana hibah itu diberikan tunai kepada masyarakat prasejahtera di berbagai pelosok daerah di Indonesia. Bantuan diberikan tunai karena masyarakat tidak memiliki rekening bank.

Berpijak dari pengalaman itu, Sara bersama suaminya, Hario Dhewanto, pada Desember 2015 mengembangkan DuitHape. Sara dan Hario adalah sarjana ekonomi lulusan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia, dan merampungkan kuliah pascasarjana di di State University of New York, AS. “Setelah berbekal ilmu pengetahuan dan sudah lama terjun di dunia profesional, kami meyakini semua lapisan masyarakat bisa bertransaksi dengan mudah melalui handphone,” kata Sara yang banting setir dari pekerja profesional menjadi techpreneur di tahun 2015.

Di tahap awal itu, modal untuk membiayai DuitHape bersumber dari tabungan Sara. Ia mempekerjakan 15 pegawai dan setengah dari jumlah total pegawai itu adalah staf bidang teknologi informasi. Di tahap berikutnya, DuitHape memperoleh kucuran dana dari investor. Pada 2017, misalnya, DuitHape menggenggam pendanaan sebesar US$ 175 ribu dari angel investor. Dana ini dioptimalkan Sara dan suaminya untuk merilis aplikasi DuitHape dan melakukan penetrasi pasar di kawasan Jawa Barat dan Jakarta.

“Agen kami sudah ada di beberapa kota besar di Pulau Jawa. Target di tahun 2019 adalah menjangkau seluruh daerah di Pulau Jawa, kemudian menjangkau seluruh Indonesia di tahun 2020, dan setelah itu kami akan ekspansi ke regional karena kami mengamati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) membutuhkan bantuan untuk pengiriman uang (remitansi) dari luar negeri ke Indonesia agar bisa langsung diterima oleh keluarganya,” tutur Sara merinci rencana bisnis DuitHape. Pengembangan berikutnya: uji coba menyalurkan gas Elpiji 3 kg subsidi dengan menggunakan aplikasi DuitHape. Pilot project uji coba ini akan dilakukan di Cibinong, Jawa Barat, dan Jakarta Utara yang ditargetkan bisa menjangkau 5 ribu rumah tangga.

Heru Sutadi, pengamat TI dan Direktur Eksekutif ICT Institute, menyarankan DuitHape untuk cermat membidik target pasar serta memutakhirkan layanan dan fitur-fiturnya agar semakin memudahkan transaksi pengguna. “Saya meyakini DuitHape berprospek apabila

mengikuti perkembangan baru di payment digital dan terkoneksi dengan layanan pembayaran lainnya,” katanya.

Selain itu, menurut Heru, layanan DuitHape disosialisasikan lebih agresif ke masyarakat di pelosok daerah serta di berbagai platform media. “Misalnya, sosialisasi di acara-acara PKK atau pertemuan RT/RW, kelurahan, saat ada bazar, serta radio. Optimalkan sosialisasi ini di berbagai omni channelserta menjaga kepercayaan karena bisnis ini adalah bisnis kepercayaan,” kata Heru menyarankan. (*)

Read More

Duithape was selected as winner for the UNCDF Microenterprise Fintech Challenge

13-11-2018

Duithape was selected as winner for the UNCDF Microenterprise Fintech Challenge.
Alhamdulillah we received funding from UN Capital Development Fund and was featured at the Singapore Fintech Festival

Read More

Startup DuitHape dapat Pendanaan dari Badan PBB UNCDF

21-11-2018

TEMPO.COJakarta - Startup asal Indonesia, DuitHape, terpilih sebagai salah satu startup terbaik di ajang Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge. DuitHape mendapatkan pendanaan dari United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta sebagai penyelenggaranya.

Selain sistem cash collection, DuitHape juga menawarkan sistem pesan barang secara online langsung kepada para distributor. Dengan solusi yang ditawarkan DuitHape, para distributor bisa lebih fokus ke penjualan, memenuhi order yang diterima dari toko.

Read More

DuitHape Mengembangkan Solusi Sistem Pembayaran dan Cash Collection Secara Digital untuk Distributor

20-11-2018

DuitHape telah terpilih sebagai salah satu startup yang mendapatkan pendanaan di ajang Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge, yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta yang berlangsung dari bulan Oktober hingga November 2018. Atas pencapaian tersebut, DuitHape diundang ke acara Singapore Fintech Festival

DuitHape menawarkan solusi sistem pembayaran dan cash collection secara digital bagi para distributor kepada toko-tokonya yang selama ini kebanyakan tidak/belum menggunakan rekening Bank dan juga masih membayar dengan uang tunai (cash) yang harus ditagih oleh sales atau bagian penagihan. Selain sistem cash collection, DuitHape juga menawarkan sistem pesan barang secara online langsung kepada para  distributor.

 

Read More

For expansion, DuitHape is looking for US$ 500,000 of funding

28-08-2018

JAKARTA - PT Virtual Online Exchange, operator of DuitHape, one of the technological start-ups is targeting funding of US$ 500,000 until the end of June 2018 for business expansion plans. Funds obtained will be used 66% to reach Java and some other selected cities, 22% for technology development, and 12% for head office development.

DuitHape Managing Director Sara Dhewanto said DuitHape currently has more than 17,000 agents centered in West Java. By 2017, DuitHape has managed to get funding of US$ 175,000 from angel investors. Through the funding, DuitHape penetrated the market in West Java.

"To date there are 17,000 agents with 4,500 users. The volume of transactions that occurred reached 41,000 times with the transaction value reached Rp 2.3 billion, "said Sara quoted from Kontan.co.id....

Read More

Pernah Mengelola Dana Hibah USD 600 Juta, Sara Terdorong untuk Mempermudah Akses Keuangan

28-08-2018
Menghadirkan solusi terhadap masalah yang terjadi, itulah yang selama ini diperjuangkan oleh Sara Dhewanto, founder DuitHape. Keinginannya mempermudah akses keuangan terhadap masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah, membuatnya yakin mendirikan startup DuitHape pada akhir tahun 2015 lalu. Berbekal pengalaman di bidang corporate finance selama 10 tahun, Sara berkomitmen untuk membawa perubahan.

DuitHape sendiri merupakan salah satu dari 13 startup yang terpilih mengikuti program akselerator Plug and Play Indonesia. Berkat kematangan bisnis dan komitmen tinggi yang dimiliki Sara selaku founder, DuitHape berhasil mendapatkan kesempatan untuk bergabung dalam program yang menyediakan seed funding sebesar USD 50.000 ini.

Sara menganggap kesempatan bergabung dalam program akselerator Plug and Play Indonesia sebagai kesempatan besar yang tidak tidak akan ia sia-siakan. Dalam prosesnya, Sara mengaku mendapat banyak pengalaman dan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru yang ingin membawa perubahan.
Read More

Plug and Play Expo Day 2.0 - Full Version

16 Jul 2018
Jakarta, 27 April 2018 - GK - Plug and Play Indonesia mengadakan Expo Day 2.0 untuk 11 startup batch pertamanya. Kesebelas startup itu adalah Cheers, Datanest, Duithape, Danabijak, Gandeng Tangan, Gringgo, Indogold, Manpro, Trukita, Periksa.ID, dan Weston. Acara ini dihadiri oleh 400 undangan yang terdiri dari investor lokal dan internasional, regulator, media, corporate partners, dan startup enthusiasts.
Read More

Live in Jarkarta with Sara Dhewanto MD Duithape

16 Jul 2018
Live in Jarkarta with Sara Dhewanto MD Duithape
Read More

SUDUT PANDANG - Aplikasi Duit Hape

16 Jul 2018
Teknologi saat ini terus berkembang dan berinovasi seiring kreativitas manusia yang terus maju. Hal-hal yang dulu mungkin ribet untuk di selesaikan namun saat ini semua hal semakin dimudahkan untuk dilakukan dengan adanya aplikasi Duithape.
Read More

duithape - Virtual Mobile Banking for the Unbanked

16 Jul 2018
duithape is virtual mobile banking for the unbanked that allows users to make payments and transfers using their phone and deposit/withdraw money at their neighborhood agents. Duithape empowers communities to be branchless banking network, providing them with additional income while enabling flow of funds to previously unbanked people.
Read More